<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>24 akar</title><link>https://wrdna.cc/</link><description>Recent content on 24 akar</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2026 21:41:39 +0800</lastBuildDate><atom:link href="https://wrdna.cc/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Belum Waktunya, Mungkin</title><link>https://wrdna.cc/posts/belum-waktunya-mungkin/</link><pubDate>Tue, 29 Sep 2026 21:41:39 +0800</pubDate><guid>https://wrdna.cc/posts/belum-waktunya-mungkin/</guid><description>Di umur 24 ini, percintaan udah bukan lagi hal yang bisa gua anggap remeh kaya waktu masih di bangku sekolah dulu — yang dulu pacaran cuma sebatas biar ada penyemangat berangkat sekolah. Sekarang, pacaran buat gua udah merujuk ke pasangan hidup.
Gua pernah pacaran beberapa kali, dari pertama kali waktu SMP sampai terakhir setelah lulus SMK. Jujur, semua wanita yang pernah gua pacarin nggak ada yang kurang — semuanya cantik dan menawan dengan cara mereka masing-masing.</description></item><item><title>Sekarang</title><link>https://wrdna.cc/sekarang/</link><pubDate>Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://wrdna.cc/sekarang/</guid><description>Halaman "sekarang" — snapshot apa yang lagi gua jalanin, bukan timeline yang terus jalan.
Lagi dikerjain Kerja as software engineer, tapi lagi fokus di automation engineer. Beres-beresin setup blog ini biar bisa nulis pake markdown doang. Lagi dibaca - Rencana jalan-jalan Trip ke tokyo dan osaka, akhir tahun ini — yang dulu cuma angan-angan. Lagi dikurangin Social media — udah stop scroll, masih nyisain YouTube &amp; YouTube Music aja.</description></item><item><title>Tentang</title><link>https://wrdna.cc/tentang/</link><pubDate>Mon, 01 Jan 0001 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://wrdna.cc/tentang/</guid><description>Gua software engineer yang mutusin buat mulai nulis — bukan soal kerjaan, tapi soal apa yang gua alamin dan rasain tentang hidup. Cara paling jujur yang gua tau buat ngoreksi ulang gimana cara gua mikir dan lihat dunia.
Ada tujuh tahun — dari 17 sampai 23 — yang kebanyakan gua lewatin dalam takut. Takut buka suara, takut memulai sesuatu, takut keluar dari zona nyaman. Nggak ada siapa-siapa yang bisa diandelin selain diri sendiri, jadi satu-satunya pilihan ya bertahan, pelan-pelan, sampai akhirnya di umur 24 ini semuanya mulai punya pijakan — hidup stabil, penghasilan sendiri, dan untuk pertama kalinya, ruang buat napas.</description></item></channel></rss>